Jika Desa Hancur, Kota Juga Hancur, Akhirnya Negara pun Hancur. Pernyataan sederhana ini menyimpan kebenaran mendalam tentang Indonesia hari ini: Negara agraris yang pondasinya ada di desa. Ketika lahan pertanian terdegradasi, petani meninggalkan sawah, dan pemuda desa merantau tanpa harapan kembali. Itu adalah wajah-wajah desa yang menua dan hancur.
Kota-kota besar kebanjiran migran, harga pangan melambung, dan ketahanan pangan nasional rapuh. Ini bukan nostalgia romantis terhadap desa, melainkan visi radikal: membangun kembali Indonesia dari desa melalui gagasan baru ekologi pertanian—regeneratif, inklusif, dan berkelanjutan—sebagai satu-satunya jalan keluar agar desa, kota, dan negara tetap berdiri tegak di tengah krisis iklim dan ekonomi. Ini bukan sekadar slogan dramatis, tapi cerminan realitas struktural Indonesia sebagai negara agraris yang masih bergantung pada desa sebagai fondasi pangan, sumber daya alam, tenaga kerja, dan ketahanan nasional.
Suharsono, lahir di Jepara, 20 Desember 1961. Mantan aktivis HMI-MPO dan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro Organisasi HMI. Mendapatkan penghargaan HMI Award, karena dipandang berjasa mengembangkan tradisi intelektual di HMI-MPO. Sejak tahun 1999, penulis bekerja sebagai Direktur Eksekutif Institute of Islamic Civilization Studies and Development (Inisiasi-Hidayatullah). Karya penulis yang telah dipublikasikan antara lain Rekonstruksi Jihad (1986), Telaah Ideologi (1988), Berfikir Islami (1990), Gerakan Intelektual, Jihad untuk Masa Depan (1992) dan Pola Transformasi Islam (1999).
Review
Write a quote here from one of your customers. Quotes are a great way to build confidence in your products or services.